
Yayasan Hajjah Hardini Muksalamina telah meluncurkan Program Setia Orangtua yang berfokus pada memberikan perhatian dan bantuan kepada warga sekitar yang sedang dalam kondisi sakit, khususnya yang menderita stroke, serta kepada janda-janda yang tidak mampu bekerja. Program ini pertama kali diluncurkan pada saat Acara Tabligh Akbar dan Silaturahmi Idul Fitri pada tanggal 3 Mei 2024.
Konsep “SETIA ORANGTUA” adalah akronim yang bermakna Sebutir Empati Telur Iman Anak setiap hari terhadap Orang Tua. Ide ini merujuk pada bagaimana kita sebagai anak harus selalu memberikan perhatian, kasih sayang, dan penghormatan kepada orang tua kita setiap hari. Empati yang digambarkan sebagai “sebutir telur” menunjukkan betapa berharganya perhatian kita terhadap orang tua, walaupun dalam bentuk yang sederhana.
Makna Telur dalam Islam
Dalam Islam, telur dapat diinterpretasikan secara simbolik memiliki tiga lapisan: kulit, putih telur, dan kuning telur. Tiga lapisan ini dapat dimaknai sebagai:
- Kulit – Melambangkan Iman, yang melindungi dan menjadi dasar dari segala amalan kita.
- Putih Telur – Melambangkan Islam, yang mengalir dan mengisi seluruh kehidupan kita dengan aturan dan nilai-nilai yang ditentukan oleh Allah SWT.
- Kuning Telur – Melambangkan Ihsan, yaitu kesempurnaan amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya hanya untuk Allah SWT.
Kombinasi dari ketiga elemen ini adalah dasar dari kehidupan seorang muslim yang beriman, beramal sesuai dengan syariat Islam, dan melakukannya dengan penuh kesempurnaan dan ketulusan.
Telur dan Kesehatan Orang Tua
Selain maknanya yang mendalam dalam konteks agama, telur juga memiliki manfaat besar untuk kesehatan, terutama bagi orang tua. Berikut adalah beberapa manfaat telur bagi kesehatan orang tua:
- Menjaga Jaringan dan Meregenerasinya. Seiring bertambahnya usia, kemampuan alami tubuh dalam meregenerasi jaringan mulai menurun. Telur mengandung protein yang kaya akan 9 asam amino esensial, yang semuanya penting dalam mempertahankan sel dan jaringan tubuh. Dengan mengonsumsi telur secara rutin, orang tua dapat membantu mempertahankan serta meningkatkan kemampuan regenerasi sel tubuh mereka.
- Menguatkan Fungsi Otak dan Kognisi. Telur juga penting untuk menjaga kesehatan otak, khususnya bagi orang tua. Asupan protein dan lemak dalam telur membantu merangsang pertumbuhan jaringan otak, yang dapat mencegah hilangnya daya kognisi pada usia lanjut. Ini penting untuk menjaga kemampuan berpikir dan mengingat pada orang tua, sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga.
- Sebagai Sumber Energi Utama. Protein dan lemak dalam telur adalah sumber energi yang penting, terutama bagi orang tua. Mengurangi asupan karbohidrat sederhana dan menggantinya dengan protein dan lemak yang lebih kompleks seperti yang terdapat dalam telur, dapat membantu menjaga kadar gula darah dalam batas normal sambil tetap memberikan energi yang cukup bagi tubuh.
- Memperkuat Tulang – Tulang. Melemahnya kekuatan tulang juga menjadi salah satu tanda utama Anda memasuki usia lansia. Hal ini bisa berupa nyeri saat bergerak, sulit bergerak, atau merasa tidak kuat saat bergerak untuk jangka waktu lama. Syarat agar tulang tetap sehat dan kuat selain melalui kalsium, juga harus ditunjang dengan konsumsi bahan makanan bervitamin D seperti telur. Vitamin D mampu berperan menjaga dan menyerap kalsium lebih banyak, sehingga osteoporosis dapat dicegah.
- Mencegah Penyakit Jantung. Kolesterol dari lemak jahat menjadi alasan utama terjadi komplikasi pada jantung dan penyempitan pembuluh darah ke otak. Salah satu makanan yang dapt menetralisir lemak jahat adalah telur yang kaya akan kolestrol baik. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah telur yang ideal untuk Anda konsumsi.
- Imunitas Tubuh Meningkat. Satu butir telur mengandung berbagai zat kompleks, mulai dari vitamin A, D, E, dan B, serta selenium. Seluruh zat tersebut merupakan komponen penguat sistem imun yang baik untuk orang-orang lansia. Selain itu, telur juga kaya akan antioksidan untuk menangkal berbagai radikal bebas.
- Mencegah Kepikunan. Kandungan folat yang tinggi dalam telur mampu mencegah kepikunan, mengingat folat berperan besar dalam menjaga kondisi memori tetap bagus. Mengonsumsi telur sesuai anjuran dokter dengan jumlah ideal bisa mencegah kepikunan di usia tua.
- Gigi Kuat Tidak Mudah Ompong. Salah satu tanda yang paling umum Anda atau seseorang mulai memasuki umur lansia adalah gigi yang mulai ompong atau habis. Hal ini diakibatkan oleh kandungan kalsium dalam tubuh yang mulai berkurang. Untuk itu, konsumsi telur 3 kali dalam seminggu disarankan untuk orang usia lansia. Telur bisa menjadi alternatif penyumbang kalsium, setiap butirnya mengandung sekitar 25 miligram, 2,6% dari kebutuhan harian.
- Mempertahankan Mood Tetap Baik. Salah satu kandungan telur adalah triptophan. Kandungan ini berperan dalam menggerakkan hormon serotonin, yang memiliki fungsi menjaga agar mood tetap baik serta muncul rasa bahagia. Mood yang baik juga membantu meningkatkan imunitas seseorang karena emosi dan pikiran mempengaruhi kondisi tubuh si empunya.
Kesimpulan
Telur, dengan segala makna simbolik dan manfaat kesehatannya, dapat menjadi inspirasi dalam menjaga hubungan yang baik dan penuh empati dengan orang tua. Sebagai anak, memberikan perhatian sehari-hari kepada orang tua adalah bentuk nyata dari SETIA ORANGTUA, yang tidak hanya menunjukkan kepedulian kita secara fisik, tetapi juga spiritual. Dengan memahami makna telur dalam Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat terus menjaga hubungan yang harmonis dan penuh berkah dengan orang tua kita.
